Mereka Itu Ada

Lorong dan selasar SMKIT Fitrah Hanniah di malam hari, begitu sunyi dan sepi. Memberikan kesempatan mencari inspirasi di heningnya malam. Kusempatkan berlama-lama di sekolah ini, sekadar mencari bahan untuk dijadikan kisah. Keheningannya membuat selera menulisku kian bertambah. Tak kuhiraukan, hari mulai gelap.

Mentari mulai enggan menampakkan wajahnya, lelah mungkin yang ia rasakan. Lembayung terpancar di ufuk barat, menandakan hari telah berganti. Sang raja siang berselimut mega keemasan menyembunyikan kehangatannya. Gelapnya malam, tak menyurutkan semangatku. Kugoreskan tinta bergantian dengan lembutnya alunan laptop.

Namun suara-suara di luar mulai mengusikku, mungkin mereka merasa terganggu dengan kehadiranku. Aku yang tak pernah tahu benarkah keberadaan mereka itu nyata, apalagi di kelasku? Aku memang tak mampu melihat mereka, merasakan keberadaannya pun aku tak pernah. Namun jika keberadaan mereka, memang ada. Mungkin saat itu ia di depanku, bisa jadi ia malah di sampingku.

Suara-suara asing dan aneh itu pun mulai terdengar kembali. Mungkin kini telah datang waktunya untuk mereka bermain-main. Karena adanya kehadiranku, akhirnya mereka merasa terusik. Wah, sepertinya suasana mulai tak bersahabat. Aku mulai merapikan laptop beserta perangkat lain, sudah waktunya aku pulang.

Belum juga rapi, laptop dan meja kerjaku. Aku mendengar suara gerinda tangan yang sedang digunakan. Alhamdulillah ternyata masih ada orang di bengkel praktik mesin. Ada rasa tenang dalam hati, setidaknya masih ada teman di sekolah.

Bergegas kulangkahkan kakiku menuju bengkel mesin. Melalui tangga lantai dua kuintip dan kupastikan ada pak Trisman di sana. Hah, ternyata kosong. Pintu bengkel sudah tertutup rapi tak ada orang pula. Lalu siapa gerangan yang menyalakan gerinda? Brr mulai merinding bulu kudukku. Makin kupercepat langkahku.

Lengang sekali lorong sekolah yang kulalui. Gelap semua kelas sepanjang lorong itu, suara-suara dalam kelas semakin jelas. Malah kudengar suara kompresor berbunyi di ruang praktik otomotif. Aduh, adakah orang malam-malam menyalakan kompresor dengan posisi ruangan gelap? Sudahlah mungkin memang seperti itu, kubuang jauh-jauh pikiran yang merusak.

Aku melebarkan langkah agar segera berlalu dari lorong itu. Kusempatkan mengambil foto lorong gelap itu, tak lama kutempel di status whatsApp. Tampak bersih lantai lorong itu tersiram sinar lampu yang mulai meredup. Tiba-tiba ponselku berbunyi, ada pesan masuk mengomentari status whatsApp.

Kuhentikan langkah untuk melihat pesan dalam ponselku. Kubuka dan kubaca.

Glowing ya.” Komentar teman kala melihat snap wa.
“Terima kasih.” Jawabku
“Yang glowing lantainya bu.” Jelas temanku
“Eh, sudah GR saja ya, kukira wajahku yang glowing. he-he-he.” Seketika buyar semua pikiran dan rasa ketakutanku.

Mereka itu ada, mereka adalah makhluk ciptaan Allah yang berbeda alam. Mereka makhluk tak kasatmata. Masing-masing hidup dalam alam yang berbeda. Baik manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk halus lainnya semua semata-mata diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Lorong dan selasar SMKIT Fitrah Hanniah

Satu respons untuk “Mereka Itu Ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.