Bunda Dan Yulia (Bagian ke 4)

Bunda Dan Yulia

Yulia mempersiapkan kebutuhan untuk sekolahnya, mulai dari buku tulis, seragam dan alat tulis yang lain. Bunda dan ayah mempersiapkan keuangan uantuk melunasi pendaftaran dan kebutuhan buku paket serta semua yang dibutuhkan.

Bulan juli tahun ajaran baru, Yulia mulai menjalani sekolah di SMK kesehatan, sesuai kelas yang sudah diatur oleh sekolah.

Yulia mulai mencari teman yang bisa menerima keadaan dirinya, banyak yang mau berteman tapi hanya sekedarnya saja, tapi untuk teman yang memberikan motivasi dan penuh perhatian sangatlah sulit.

Hari pertama Masa orientasi Sekolah (MOS) Yulia terlihat semangat, dan mendapatkan teman yang tinggal tidak jauh dari rumah. Anita namanya, walaupun baru hari itu Yulia berkenalan, tetapi terlihat mereka sudah akrab, karena bahan untuk mengobrol tentang keadaan disekitar perumahan tempat mereka tinggal.

Kegiatan MOS dilaksanakan mulai pagi jam.07.30 wib sampai jam 12.00 wib, bunda masih menghantar dan menjemput sendiri, sambil mencari-cari cara supaya Yulia akan ada yang menghantar dan menjemput setiap hari. Bunda mencari ojek langganan atau teman yang bisa bersama.

Saat menunggu, bunda duduk di parkiran di depan masjid. Tiba-tiba,
“Bu jemput siapa?”
“Anak saya, maaf ibu jemput siapa?”
“Anita anak saya”
“Oh ibu yang di blok.C ya?”
“Iya bu”
“Nanti rencananya berangkat naik apa bu?” Bunda langsung ke duduk masalah yang ingin dituju.
“Anita bawa motor sendiri bu”
“Boleh tidak Yulia bareng?”
“Boleh bu! Kebetulan Anita belum ada temannya”
“Alhamdulillah, nanti saya kasih uang bensin ya bu?”
“Tidak usah bu, tidak apa”
“Sudah tidak apa buat bensin saja”
Mereka saling tersenyum dan manggut-manggut tanda mereka setuju.

Yulia mulai berangkat bersama Anita, setiap berangkat dan pulang. Mereka selalu berdua, hanya sayang kelasnya berbeda.
Yulia menikmati sekolah pilihannya, setiap hari semangat belajar, tetapi Yulia sering kesulitan dalam beberapa pelajaran yang menggunakan rumus kimia dan matematika.

Beberapa pelajaran Yulia mengalami kendala, sehingga terkadang mendapatkan nilai di bawah KKM.
Semua itu tidak menyurutkan semangat Yulia untuk terus belajar supaya bisa mengikuti pelajaran.

Yulia mulai menjaga perasaan dirinya dan merasa bahwa keadaan pisiknya yang sering menjadi kendala dalam bergaul, sehingga Yulia tak jarang menggunakan emosinya untuk melawan teman-temannya yang dianggap menyinggung keadaan fisik.
Beberapa kali bunda dipanggil ke sekolah karena Yulia bermasalah dengan temannya.

Satu tahun sudah Yulia menjalani duduk di kelas X, suka duka yang dirasakan terlalu banyak. Yulia mulai tumbuh rasa percaya diri yang perlu pengarahan, Yulia lebih kepada bagaimana cara melindungi dirinya sendiri dari orang-orang yang menyakitinya dengan menggunakan fisik. Bunda merasa punya kewajiban untuk mengarahkan Yulia.

“Ibu mohon kerja samanya, untuk Yulia dalam bergaul dengan temannya” Ibu wali kelasnya menyampaikan keluhannya. “Baik bu, mudah-mudahan Yulia mau berubah, mohon maaf ya bu guru jika Yulia merepotkan.”

Yulia dinyatakan naik ke kelas XI, persiapan untuk kebutuhan kelas yang baru, Yulia siapkan mulai dari buku paket, buku tulis dan semua kebutuhan. Yulia menikmati liburan setelah kenaikan kelas.

Sumber Gambar :Canva

Rumahmediagrup/Maepurpple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.