Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 16. Khasiat Baid (Telur)

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi

16. Khasiat Baid (Telur)

Oleh Irma Syarief

Umi baru saja melepas mukenanya setelah salat zuhur di kamar ketika terdengar ketukan dari luar. Umi lalu membuka pintu. Mak Isah berdiri di depan.

“Mi, ada Bi Jubaedah di depan. Katanya mau jual telur ayam. Mau diterima atau dibilangin nanti balik lagi?” tanya Mak Isah.

“Bi Jubaedah? Suruh masuk aja, Mak! Jangan sampai dia nunggu lama. Kasihan! Saya mau pakai jilbab dulu.”

Mak Isah mengangguk lalu pergi menemui tamu yang datang. Umi segera mengambil khimarnya yang tergantung di belakang pintu.

Bi Jubaedah adalah tetangga Umi di belakang rumah. Terhalang kebun cabe Mang Rasmu dan kebun pisang Wak Soleh.

Umi mendapati Bi Jubaedah tengah menatap pintu pagar rumah. Begitu melihat Umi, perempuan paruh baya itu tersenyum. Setelah sedikit ngobrol kesana kemari, Bi Jubaedah membicarakan maksud kedatangannya.

“Mohon maaf, Umi. Saya datang ke sini ada maksud. Maaf sekali lagi, saya mau jual telur. Barangkali Umi mau membelinya. Saya ada banyak persediaan,” jelas Bi Jubaedah sambil memperlihatkan keranjang rotan miliknya.

Bi Jubaedah mempunyai ayam peliharaan yang cukup banyak dan sering diambil telurnya untuk dijual walaupun tak sebanyak ayam di kandang Abah dan Umi.

“Boleh, Bi! Saya beli. Kenapa dijual semuanya?” tanya Umi.

Bi Jubaedah menunduk. Dia tidak segera menjawabnya. Umi menyuruh Mak Isah membawa minuman. Tak lama Mak Isah datang membawa teh manis hangat dan kue bolu pisang coklat.

“Begini, Mi. Anak saya yang di sekolah di kota kemaren telepon ke kakaknya. Katanya butuh uang buat bayar ujian,” Bi Jubaedah menghela nafas.

Pelan, Bi Jubaedah melanjutkan ceritanya. “Kebetulan saya sama bapaknya belum ada uang. Penjualan telur dan sayuran sekarang lagi sepi. Makanya saya dari pagi tadi menawarkan telur-telur yang baru di ambil dari kandang si burik sama tetangga di sini.”

Umi mengangguk. Tanpa pikir panjang lagi, Telor lima kilo yang dibawa Bi Jubaedah di beli Umi semua. Umi membayarnya serta menambahkan uang lima puluh ribu untuk tambahan biaya anak Bi Jubaedah. Bi Jubaedah sangat senang sekali dan berterima kasih. Tak lama dia pun pamit. Mau mengirimkan uang untuk anaknya di kota.

*****

“Mi, telurnya banyak amat. Buat di masak semua?” tanya Mak Isah.

“Iya, buat lauk makan kita, Mak. Engga semuanya atuh. Ganti-ganti menu. Nanti buat bikin kue juga. Jamila, Nasita, sama Sarah lagi semangat belajar bikin kue. Lumayan, engga perlu ke pasar dulu untuk beli telur,” ujar Umi.

“Mi, kenapa telur banyak dibutuhkan?” Memang sih enak dan semuanya suka. Apa engga bosen gitu ya?” Mak Isah rupanya penasaran.

Umi tertawa mendengar pertanyaan polos wanita tua itu.

“Gini, Mak. Telur itu makanan sejuta umat. Siapa pun pasti menyukainya. Selain enak, telur juga murah, mudah didapatkan, praktis, dan yang paling penting … bergizi!” sahut Umi sambil menata telur itu di keranjang.

“Telur yang baru lebih berkhasiat daripada telur yang lama disimpan. Asal Mak tau, telur ayam lebih berkhasiat dari semua jenis hewan unggas. Proteinnya tinggi. Emak tahu hewan unggas?”

“Hewan ternak yang masuk keluarga burung. Dimanfaatkan untuk daging, telur dan bulunya. Contohnya, ayam, kalkun, dan bebek.”

Terdengar suara Nasita menjawab pertanyaan Umi. Rupanya gadis belia itu sudah pulang sekolah. Dia tidak sendiri. Ada Sarah dan Alya di belakangnya. Anak Aliyah rupanya pulang lebih cepat karena ada rapat guru-guru. Mereka mencium tangan Umi dan Mak Isah.

Umi tersenyum. “Telur itu mempunyai sifat yang seimbang, meskipun cenderung pada sifat dingin. Menurut Ibnu Sina, kuning telur memiliki sifat panas dan lembab, dapat memproduksi darah yang baik dan sehat, mudah larut dalam perut jika dilumatkan.”

“Khasiat lain dari kuning telur, dapat meredakan sakit, menghaluskan kerongkongan dan batang tenggorokan. Bisa juga menyembuhkan radang tenggorokan dan juga batuk.”

“Kalau putih telurnya buat apa, Mi? Selain buat masker wajah dan bikin kue?” tanya Sarah.

“Putih telur bisa berkhasiat untuk mata bengkak dengan cara diteteskan. Itu bisa meredakan rasa sakitnya. Nah, kalau untuk wajah, bisa mencegah dari radiasi sinar matahari, menghilangkan komedo dan bintik hitam, mengecilkan pori-pori, mengencangkan kulit, mengurangi keriput wajah, bahkan bisa jadi masker mata.” Penjelasan Umi cukup jelas.

“Telur itu bisa dibuat apa saja. Bisa digoreng atau direbus. Yang paling bagus itu telor yang direbus. Manfaatnya lebih optimal.”

1. Buat ibu hamil
Manfaat telur rebus untuk ibu hamil adalah bisa membantu produksi molekul syaraf pada otak janin.
Sebab, di dalam satu telur rebus terdapat protein dan omega 3 yang bagus untuk perkembangan otak bayi.

2. Kesehatan rambut dan kuku
Telur rebus mengandung sulfur yang tinggi, sumber vitamin D, mineral, dan antioksidan sehingga membantu menumbuhkan rambut serta kuku agar lebih sehat.

3. Bisa membuat badan terlihat berotot
4. Meningkatkan kesuburan wanita

5. Mendorong Metabolisme
Untuk anak sangatlah bagus apalagi anak-anak yang aktif berkegiatan di luar rumah.

6. Menjaga tulang lebih kuat
7. Mata lebih sehat, penglihatan lebih jelas dan tajam.

8. Bermanfaat untuk diet
9. Bagus untuk menjaga kesehatan otak
10. Mengurangi risiko penyakit jantung.

“Udah faham kan manfaat telur? Sekarang, buat makan siang mau bikin apa dari telur ini?” tanya Mak Isah.

“Mak, Alya mau bikin telor balado. Cabe banyak tuh. Sekalian mau goreng tempe.”

Umi dan Mak Isah mengangguk. Anak-anak sudah lapar rupanya.
.

Referensi :
– Alquran Cordoba – Amazing
(Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t. : 288-289)
– Google berbagai jurnal islam dan kesehatan

Rabu, 20 Mei 2020

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.