Tips Meningkatkan Kualitas Puasa Menurut Imam Al Ghazali

Tips Meningkatkan Kualitas Puasa Menurut Imam Al Ghazali

Imam Al Ghazali adalah seorang ulama Muslim yang banyak dianut pemikirannya. Salah satu kitab karangan beliau yang paling terkenal adalah Ihya’ Ulumuddin. Kitab ini membahas tentang amaliah sehari-hari dalam Islam dilihat dari sudut pandang tasawuf. Di dalamnya disebutkan banyak hadis Nabi disertai penjelasannya.

Diantara kajian dalam kitab ini adalah tentang bagaimana meningkatkan kualitas puasa seorang mukmin. Menjelang Ramadan ada baiknya kita mengkaji bab ini dengan harapan semoga di Ramadan ini kualitas puasa kita lebih baik dari puasa di tahun-tahun sebelumnya.

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan betapa banyak orang-orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala. Mereka hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja. Siapakah mereka itu? Mereka yang termasuk golongan itu adalah orang-orang yang berbuka dengan harta yang haram٫ orang yang berpuasa tapi tetap bergunjing (ghibah)٫ dan orang yang tidak bisa menjaga tubuhnya dari perbuatan dosa. Jadi ketika kita berpuasa ingatlah untuk selalu menghindari tiga hal tersebut supaya puasa kita tidak sia-sia.

Lantas bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas puasa kita? Dalam kitab Ihya’ Ulumudin ini Al Ghazali memberi penjelasan bahwa orang yang berpuasa dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut ini supaya bisa meningkatkan kualitas puasanya. Hal-hal tersebut diantaranya adalah:

  1. Tidak terlalu banyak makan ketika berbuka puasa٫ mengingat salah satu tujuan puasa adalah untuk melemahkan tubuh supaya bisa merasakan lapar supaya syahwat bisa berkurang dan mengekang hawa nafsu.
  2. Sebaiknya tidak makan terlalu banyak macam makanan. Kebanyakan orang ketika berbuka puasa memakan beberapa macam makanan bahkan menyantap makanan yang biasanya tidak dikonsumsi ketika tidak berpuasa.
  3. Mengatur hawa nafsu ketika waktu berbuka datang. Biasanya sesudah mengekangnya seharian penuh orang menjadi lupa bahwa tujuan berpuasa adalah untuk mengekang hawa nafsu. Dan tujuan ini hanya akan tercapai apabila kita bisa mengatur porsi makan ketika berbuka puasa.
  4. Ambillah porsi secukupnya ketika berbuka. Anggap saja berbuka itu adalah makan malam. Jangan mengambil porsi seolah berbuka puasa adalah makan siang sekaligus makan malam.
  5. Jangan terlalu banyak tidur di siang hari. Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah٫ apalagi amal solih yang lain. Banyak hal selain tidur yang bisa dilakukan ketika berpuasa misalnya membaca Al Quran atau membaca buku untuk meningkatkan kualitas keilmuan
  6. Memperbanyak shodaqoh. Berbagi itu bisa meningkatkan empati.
  7. Menikmati rasa lapar seolah merasakan rasa lapar yang setiap hari dialami oleh fakir miskin.
  8. Lemahnya tubuh bisa membuat hati menjadi jernih dan pikiran menjadi tenang. Maka nikmatilah rasa lapar dan lemah itu supaya tujuan puasa bisa tercapai.
  9. Jangan makan lagi sesudah berbuka puasa supaya bisa bangun malam untuk shalat tahajud.
  10. Jangan berbohong dan jangan bergunjing ketika berpuasa. Jagalah lisan dan telinga dengan baik dan hanya gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat saja.

Demikian tips atau tuntutan untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa kita sebagaimana yang telah dipaparkan oleh hujjatul Islam Imam Al Ghazali. Semoga di Ramadhan ini kita senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk menunaikan ibadah puasa dan semoga kualitas puasa kita semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Rumahmediagrup/muslimatulfaiqoh

Satu respons untuk “Tips Meningkatkan Kualitas Puasa Menurut Imam Al Ghazali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.