Balas Budi Sang Raja Hutan

Seperti hari-hari biasanya seorang pemuda dari desa Pagupon pergi mencari kayu di hutan. Kayu yang ia kumpulkan kemudian dijual dan sebagiannya ia gunakannya sendiri. Dengan berbekal nasi bungkus, karung, dan pisau serta kapak ia berangkat menyusuri jalanan desa sebelum akhirnya memasuki hutan.

Saat tengah asyik memotong ranting pohon ia mendengar suara erangan binatang. Segera ia menghampiri sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya ternyata seekor harimau tengah tersangkut kakinya pada semak berduri yang lebat.

“Aduh kakiku sakit tolong aku !. Hai pemuda tolong aku, jangan takut aku takkan bisa menerkammu. Tolong singkirkan semak berduri ini dari kakiku,” pinta harimau.

Sejenak pemuda itu hanya berdiri karena ia takut dengan harimau. Akhirnya ia memberanikan diri untuk meyingkirkan semak berduri meskipun tangan dan kakinya bergetar karena ketakutan. Dengan susah payah akhirnya semak berduri dapat ia singkirkan. Segera ia berlari dengan kencang dan meninggalkan harimau begitu saja.

Pemuda desa itu juga melupakan kayu yang telah ia kumpulkan. Dalam benaknya ia harus pergi menjauhi harimau. Ia terus berlari tanpa disadarinya ia memasuki dan menginjak-injak tanaman bunga.

“Berhenti!. Lihat apa yang kamu lakukan!” bentak seseorang dengan pakaian prajurit kerajaan.

“Maaf tuan,” ujar pemuda desa itu masih dengan napas terenggah-enggah.

“Kamu telah merusak tanaman bunga kesukaan Raja,” lanjut prajurit.

Akhirnya pemuda desa itu dibawa ke kerajaan tanpa ada pengadilan dan langsung dijebloskan dalam penjara. Selama dalam penjara tak pernah sekalipun ia diberi makan ataupun minuman.

Suatu hari tiba-tiba ia dipindahkan ke kandang dimana tempat binatang peliharaan Raja dipelihara. Tampak tulang belulang berserakan ia pasrah dengan apa yang akan terjadi, seketika ia memejamkan matanya karena takut dengan apa yang akan menimpa dirinya.

Sudah beberapa hari ia ada di kandang binatang, mengapa binatang Raja tak juga memakan diriku, demikian batin si pemuda. Dengan langkah gemetar ia memberanikan diri untuk mendekati harimau.

“Hai anak muda sebagai balas budiku, aku takkan memakanmu, segeralah kamu pergi dari sini,” ujar harimau.

Illustrasi Gambar : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.