Rahasia Hati

Rahasia Hati

Hati,tiada yang tau apa yang berkecamuk di dalamnya.

Entah kita mempunyai kedekatan seperti apa, bahkan hubungan biologis sekalipun tidak mampu membaca isi hati.

Kuasa Allah, sang pencipta yang maha sempurna menciptakan hati yang tiada tara.

Tanpa pernah diiris sembilu, ia mampu merasakan perih. Tanpa ia pernah masuk dalam freezer, ia mampu membeku.

Tak ada yang mampu membaca bahasa hati. Hanya diri sendiri dengan Rabbnya.

Rasa, bukan sesuatu yang dapat disentuh, namun memiliki beribu makna.

Hati dan rasa merupakan suatu kesatuan. Hati membuahkan rasa. Rasa senang, risau, sedih, resah, panik,cemburu. Ah..begitu banyak rasa.

Orang disekeliling kita mungkin dapat menangkap rasa itu tapi tak mampu mengambilnya.

Rasa yang ditangkap hanya pijaran-pijaran kecil yang mampu menjalar, namun tak mampu berpindah.

Berbagi bisa saja mengurangi rasa.Terkadang rasa itu bisa berkurang, namun lagi-lagi rasa itu tidak bisa pindah.

Satu hal yang pernah diungkapkan seorang sahabat ,”tidak ada yang bisa bertanggung jawab dengan perasaan kita!”.

Betul, tidak akan ada yang bertanggung jawab.

“Jika kamu ingin menggapainya, gapailah ia.”

“Jika kamu ingin mengejarnya, kejarlah ia”.

“Jika kamu ingin menemukannya,temukanlah dia!”.

Ikutilah perasaan mu selagi tidak menyimpang dari etika.

Ikutilah hatimu selagi tidak menyimpang dari agama.

Ikutilah hati dan perasaanmu dengan meninggalkan ego.
Jika kita mengikuti perasaan dengan ego, dia bukan lagi perasaan,dia adalah nafsu.

Perasaan adalah sesuatu yang halus, yang digetarkan oleh pemilik kalbu. Perasaan akan mengantarkanmu pada kedamaian, membawa pada kenyamanan, membawa pada ketentraman.
Tak ada perasaan yang menjerumuskan.

Jika kita telah merasa terjerumus,maka itulah yang dinamakan nafsu.

Jagalah hati karena sejatinya ia adalah suci.

Jagalah kesuciannya, jangan dikotori karena ia adalah lentera hidup ini.

*rumahmediagrup/Chomsiatin*

Negri Indonesia

Hari, bulan serta tahun yang baru ini aku memulai bermain kyebord layar lebarku, yang sempat fakum lama, dia terpakai saat tugas-tugas saja. Kini akan mulaiku buka lagi lembaran baru yang harus ku isi dan ku tulisi dengan berbagai cerita.  Lama sekali aku tak menulis sepucuk puis, seutas pusi yang membuatku selalu ingat denganmu Negriku.

Negri Indonesia

Tatkala bumi ini terbentang luas

Negri Indonesia adalah tanah air betake

Beribu-ribu suku dan bahasa

Menjadi satu dengan tujuan MERDEKA!

Negri yang penuh dengan cinta budaya

                                              Negri yang beraneka Agma

                                              Indonesia tegaplah terus disanubariku

Jayalah selalu negri kelahiranku

Wahai para pemuda penerus bangsa

Ingatlah perjuangan hingga matinya

Jangan menjadi generasi yang tergantung dalam segalanya

Wahai pemuda kobararkan tujuan merdeka tanah air beta

Bringin, 23 Maret 2020

Iskha Futkhatin