Self Love

Self Love

Beberapa kali mendapat tag teman-teman tersayang untuk memasang foto diri sebagai bagian dari positivity movement among women. I’m flattered. Thanks, Ladies!

Rasanya begitu hangat dan menyenangkan ketika diri ini diingat dengan baik oleh orang lain. Terlebih lagi ketika dianggap membawa nilai positive dalam setiap postingan yang saya bagi. Ketika di tempat lain, banyak kaum wanita justru menerima kritik dari sesamanya, bukan dukungan atas segala usahanya. Bahkan tidak jarang beberapa mengalami body shaming yang juga dilakukan oleh sesama perempuan.

Come on. Let’s do something positive! Let’s build ourselves up instead of tearing ourselves down. We are beautiful the way we are, with our baby bumps, wrinkles, and grey hairs. We should be proud of our achievement in life, that many of you sacrificed a lot.

Take care of ourselves, and from time to time give us some rewards and a pat on our back. We are doing great! Remember that loving ourself is not selfish!

For those who tagged me along, you rock!

Much Love!

rumahmediagrup/rereynilda

A Pinch Of Twist

A Pinch Of Twist

Suami saya tidak suka masakan bule. Katanya, “Enggak ada rasanya.” Saya? Masih mending lah. Indera pengecap saya masih menikmati exposure beberapa rasa. Saya masih suka steak yang bikinnya sih merem juga bisa. Well itu saja sih. Karena jenis masakan yang lain juga kurang bisa saya nikmati to tell you the truth.

Saking “Jowo” nya lidah kami berdua, saya sampai selalu menginformasikan pada pelanggan, bahwa jasa katering saya, Dapoer Ranayan, hanya menyediakan masakan Indonesia. Lidah saya terlalu “ndeso” untuk bisa memasak ala bule, seperti pasta. Saya lebih prefer memasak sesuatu yang kaya rasa seperti pada masakan Indonesia atau Melayu.

Namun jiwa “petualang” saya tidak menghalangi diri untuk mencoba hal baru, dengan sedikit “twist” tentunya. Apakah itu?

Ini dia. Pasta rasa Jowo. Hahahaha!

Penne yang dimasak menggunakan terasi dan teri nasi berbumbu pedas yang bikin merem melek sampai licin tandas. Macaroni nya sih saya buat normal seperti layaknya mac and cheese, hanya saya tambahkan brokoli sebagai penyeimbang agar terpenuhi nutrisinya.

Jadi, jangan sampai ketidaksukaan kita akan sesuatu justru menghalangi dari mencari tahu. Rugi. Jadikan kesempatan itu untuk menggali lebih dalam kemampuan diri. Tentu saja dengan menambahkan sedikit “twist” sebagai ciri khas kita. Pasti hasilnya … pecaahhh!

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda