Ojo Dumeh

Ojo Dumeh

Bunda, I’m the top 3 in class.”
“Really? Alhamdulillah,
Nak. Congrats! It’s a reward for your hard work. Keep up the good work and stay humble.”

Dua berita yang berturut-turut menghangatkan hati di sela seliwerannya cerita si virus yang sedang heboh. Lana mendapat treat dari sang guru karena berhasil menjadi 3 besar di kelas, dan Lara yang mendapat Education Merit Award dari Community Centre setempat. Yay!!

Saya sebenarnya sedang agak malas membuka dan membaca sosial media belakangan ini. Namun bukan berarti tidak peduli. Saya hanya memilih untuk step back dan tidak ikut larut dalam euphoria untuk menjadi virologist dadakan. Cukup dengan mengamati dan menjaga, paling tidak, keluarga saya saja dulu. Maka mendengar berita dari 2 putri saya ini tentang achievement mereka di sekolah ini, rasanya seperti dahaga yang telah terpenuhi.

Pesan saya pada mereka hanya satu. Ojo dumeh, stay humble. Ojo rumongso iso terus dadi biso. Jangan merasa bisa hingga kita menjadi “bisa”. Bak bisa yang mematikan pada seekor ular. Karena merasa diri pinter kemudian jadi keminter, dan memandang rendah pada orang lain. Hiii! Jangan ya, Nak. Takut Bunda. Takut Allah marah pada kita, kemudian membalikkan keadaan dalam sekejap mata.

Sayangnya, ceremony Education Merit Award si Kakak jadi berlangsung secara sederhana tanpa acara resmi seperti biasa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Well, what can we do? Yang penting dapat reward untuk kerja kerasmu ya, Nak and you must know that I’m very proud of you. Always!

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda