Perla Brooch

Perla Brooch

“What’s that Bunda?”

“It’s a brooch.”

“I know it’s a brooch.”

“Then why did you ask?”

“I mean, what do you name it? You should give a name to your handmade stuffs.”

Ih ini anak bawel banget, deh! Tapi betul juga. Saya belum punya nama untuk brooch cantik ini semalam. Biasanya, setiap hasil buatan tangan selalu saya beri penghargaan dengan nama yang manis dan tidak biasa.

“Do you have a name that I can use, Rayyan?”

“Mmmm … pearl brooch?”

“Yeeee! Ya emang ini pearl. I mean a unique name lah.”

“But Bunda, it’s pearl.”

“I knoooow. But I want a different name.”

Bunda, it’s pearl. Just name it pearl brooch. Ish! Why so difficult?”

Katanya semalam sambil berjalan keluar dari kamar saya seraya menggelengkan kepala. Hahaha! Sok tua banget sih bocah satu ini.

Saya kemudian jadi tertawa sendiri. Iya sih ya. Saya lupa, kadangkala simplicity means more. Kenapa juga mau menciptakan sesuatu yang terlalu sulit dan ribet jika sederhana berarti lebih. So, pearl it is Rayyan, as you said.

Perla berarti pearl dalam bahasa Spanyol menurut Google Translate. Perla yang simple dan manis seperti saya … ehhh … brooch ini maksudnya.

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

Monday Morning Be Like

Monday Morning Be Like

Bunda, Mrs. Goh is Chinesse you know?”

Rayyan, please. I don’t like you defining people according to their races, religion, or skin color. Just tell me her name.”

“But Bunda …”

“It’s not good okay?”

“But Bunda, what I’m trying to say is that you should write to her in English. Not Malay, because she doesn’t understand Malay.”

Ih! Bocah! Emak sudah tau lah!

“I’m not going to write in Malay!”

“Good. Because she’s not Malay nor Indonesian Bunda.”

“I’m going to write in Javanesse. Boso Jowo!”

Bundaaaaaaa!”

Bocah pagi-pagi udah ngeselin! Ya masak Emak nulis surat ke teacher di sekolah dalam bahasa Melayu, sih!

Emak juga sih sukanya assuming. Soalnya saya paling tidak suka jika anak-anak menandai orang lain dari ras, suku, agama, maupun warna kulitnya. Saya tidak ingin mereka tumbuh besar menjadi racist atau seseorang yang memandang rendah orang lain yang “berbeda” dengan mereka.

Walau ternyata asumsi saya salah. Hihihi. Pagi ini juga saya belajar untuk tidak cepat-cepat jump to conclusion nor assuming. Harus tanya dan cari tahu dulu, Bunda. Stop and listen! Sorry ya, Rayyan.

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda