Quote Tentang Kehilangan

Quote Tentang Kehilangan

Saat kehilangan sesuatu, entah itu berupa orang terdekat, barang, jabatan, kesempatan, dan sebagainya, seringkali kita merasa kecewa. Betul tidak? Kita seringkali menyesalinya lewat ungkapan-ungkapan kegalauan.

“Andai saja aku tak begini dan tak begitu …. “

“Ah, bodoh sekali aku ini. Melepaskan peluang emas begitu saja!”

Masih banyak lagi ungkapan-ungkapan yang bernada kekecewaan, pesimis, sedih, marah hingga menyesal. Sebuah reaksi yang sebetulnya sangat manusiawi. Pasti semua orang pernah merasakannya.

Well, itu semua normal. Saat merasa kehilangan, maka kita akan ada di satu fase denial alias penyangkalan, anger atau marah, dan depresi. Perlu waktu untuk kita bisa sampai pada tahap selanjutnya yaitu bergaining alias tawar menawar dan berakhir dengan acceptance atau menerima. Setiap orang akan membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk melewati fase-fase tersebut.

Yang tidak normal adalah bila kita tetap bertahan di fase anger, denial dan depresi berulang-ulang tanpa mau berusaha berkompromi dengan diri sendiri, dengan sebab kehilangan, dan takdir. Kita menjadi maladaptive atau tak mampu beradaptasi sehingga akumulasi dari semua itu dapat berujung pada frustasi dan membentuk mekanisme pertahanan diri yang negatif. Sikap yang ditunjukkan bisa berupa menyakiti dan menyalahkan diri sendiri, ataupun menyakiti dan menyalahkan orang lain.

Padahal mengalami kehilangan itu tak berarti selalu buruk. Contohnya saat kehilangan kesempatan kerja di sebuah instansi bonafide karena sebab persaingan yang cukup ketat dengan para calon pegawai lainnya. Tak perlu risau, apalagi khawatir. Teruslah berusaha dan berdoa. Siapa tahu besok-besok akan ada kesempatan lain yang lebih prospek dan menjanjikan.

Dari kehilangan kita bisa belajar banyak hal terutama tentang menghargai waktu, usaha, dan kesempatan. Maka bila merasa sedih, galau, dan kecewa karena kehilangan, tak perlu risau.

Terimalah dengan berbesar hati dan pikiran yang tenang. Atur pernapasan dan tersenyumlah. Buatlah perencanaan-perencanaan baru untuk mengobati rasa sedih akibat kehilangan.

Bagaimana bila terus berupaya namun masih terus menghadapi kehilangan? Ikhlaskanlah. Itu perjuangan hidup kita yang insya Allah takkan bernilai sia-sia di hadapan-Nya. Bukankah selalu bergerak untuk maju lebih baik daripada hanya diam menunggu keajaiban datang atau malah menghukum diri, orang-orang sekitar maupun lingkungan?

Sumber gambar : Canva

Nikmati hidup yang hanya datang sekali ini, Sobat. Jangan biarkan waktu yang ada terlewati dengan sia-sia. Percayalah, ada banyak hal yang akan didapat dari kehilangan dan akan ada pengganti baru yang akan menutupi rasa kosong setelah kehilangan. Asalkan kita sabar dan selalu teguh.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.